Sosioantropologi Pendidikan

SOSIOANTROPOLOGI PENDIDIKAN

STRUKTUR SOSIAL DAN KEPRIBADIAN

 

 

Disusun Oleh :

Oktiana Dwi Astuti (10315244001)

Nilia Fithriyyati (10315244025)

 

PRODI PENDIDIKAN IPA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2011

STRUKTUR SOSIAL DAN KEPRIBADIAN

A.      PENDAHULUAN

Latar Belakang

     Manusia adalah makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat manusia. Sejak kecil sampai dengan kematiannya, dia tidak pernah hidup sendiri tetapi selalu berada dalam suatu lingkungan sosial yang berbeda-beda satu sama lainnya. Lingkungan sosial adalah suatu bagian dari lingkungan hidup yang terdiri atas antar hubungan individu dan kelompok, dan pola-pola organisasi serta segala aspek yang adaa dalam masyarakat yan lebih luas di mana lingkungan sosial tersebut merupakan bagian daripadanya.

     Lingkungan sosial dapat terwujud sebagai kesatuan-kesatuan sosial atau kelompok-kelompok sosial, tetapi dapat juga terwujud sebagai situasi-situasi sosial yang merupakan sebagian dari dan berada dalam ruang lingkup suatu kesatuan atau kelompok sosial. Kesatuan-kesatuan sosial dan kelompok-kelompok sosial tersebut masing-masing mempunyai aturan-aturan yang berbeda satu dengan lainnya, di mana manusia yang terlibat atau berada di dalamnya harus mentaati aturan-aturan masing-masing kelompok atau kesatuan sosial.

     Dalam setiap masyarakat, kelompok sosial bukan hanya satu, sehingga seorang warga bisa termasuk dalam dan menjadi sebagian dari berbagai kelompok dan kesatuan sosial yang ada dalam masyarakat tersebut. Di satu pihak dia termasuk dalam suatu kesatuan sosial yang terorganisir menurut aturan-aturan kerabat, seperti keluarga, kelompok orang-orang yang seketurunan, atau kelompok orang-orang digolongkan sebagai kerabat, dan sebagainya. Selain itu, dia juga bisa menjadi anggota atau warga organisasi yang ada dalam wilayah tempat tinggalnya, seperti , Rukun Tetangga, Rukun Warga, Pemuda Kampung atau Desa, dan sebagainya. Dia juga bisa menjadi anggota dari berbagai perkumpulan dan organisasi di tempat kerjanya ataupun menjadi anggota berbagai perkumpulan yang dimasukinya karena dia merasa sebagai satu golongan dengan perkumpulan tersebut (yang terwujud berdasarkan kesamaan umur, jenis kelamin, perhatian ekonomi, perhatian ide politik, asal suku bangsa, dan daerah yang sama dan sebagainya), serta juga kesamaan kesenangan atau hobi dengan sejumlah orang lain.

     Berjalannya struktur sosial yang berkaitan dengan kepribadian individu atau masyarakat dalam struktur sosial tersebut. Dalam kenyataannya, struktur sosial sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian. Sebaliknya, kepribadian juga sangat mempengaruhi sinergi dalam struktur sosial. Hal ini dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat. Dengan kepribadian yang baik, seorang individu dalam suatu struktur sosial akan  dapat menjalankan peranan-perananya dalam masyarakat dengan baik. Sementara itu, dengan adanya struktur sosial yang baik, yaitu dengan hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan antara peranan-peranan sosial yang, maka akan terbentuk pula kepribadian seseorang yang baik. Hal ini karena kepribadian dapat berubah selama manusia terus melakukan adaptasi terhadap lingkungannya.

 B.       PEMBAHASAN

1.      Struktur Sosial

Pengertian

Struktur sosial merupakan sebuah hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan antara peranan-peranan sosial. Struktur sosial dapat pula dimaknai sebagai sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat. Dalam struktur sosial lazim dijumpai adanya ketidaksamaan sosial. Ketidaksamaan sosial ini umumnya dilihat dalam dua aspek, yaitu ketidaksamaan sosial secara horizontal (perbedaan antar individu atau kelompok dalam masyarakat yang tidak menunjukkan adanya tingkatan yang lebih tinggi atau lebih rendah) dan ketidaksamaan sosial secara vertikal (perbedaan antar individu atau kelompok dalam masyarakat yang menunjukkan adanya tingkatan lebih rendah atau lebih tinggi).

Para ahli mengemukaan pengertian dari struktur sosial sebagai berikut :

  1. Abdul Syani. Struktur sosial sebagai sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat.
  2. Coleman. Struktur sosial adalah sebuah pola hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia.
  3. George C. Homans. Struktur sosial adalah perilaku sosial elementer dalam hubungan sosial sehari-hari.
  4. Kornblum. Konsep struktur sosial menekankan pada pola perilaku individu dan kelompok, yaitu pola perilaku berulang-ulang yang menciptakan hubungan antarindividu dan antarkelompok dalam masyarakat.
  5. Soerjono Soekanto. Struktur sosial merupakan sebuah hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan antara peranan-peranan.
  6. Talcott Parsons. Struktur sosial merujuk pada saling keterkaitan antarinstitusi.

Ralph Linton (1968) menambahkan bahwa struktur sosial terdiri atas dua konsep penting, yaitu status dan peran.

  1. Status atau kedudukan

Status merupakan pencerminan hak dan kewajiban dalam tingkah laku manusia. Cara-cara memperoleh status atau kedudukan adalah sebagai berikut:

  1. Ascribed status. Status yang diberikan kepada individu tanpa memandang kemampuan atau perbedaan antarindividu yang dibawa sejak lahir.
  2. Achieved status. Status yang memerlukan kualitas tertentu yang harus diraih melalui persaingan dan usaha pribadi.
  3. Assigned status. Status yang diperoleh melalui penghargaan atau pemberian dari pihak lain atas jasa-jasa tertentu.

Dalam kehidupan masyarakat selalu ada benturan-benturan atau pertentangan yang dialami seseorang, sehubungan dengan status yang dimilikinya. Hal ini disebut konflik status.

  1. Konflik status individual. Dirasakan oleh orang yang bersangkutan dalam bathinnya sendiri. Contohnya seorang perempuan harus memilih antara bekerja atau menjadi ibu rumah tangga.
  2. Konflik status antarkelompok. Terjadi antara kelompok yang satu dengan yang lainnya. Contohnya peraturan yang dikeluarkan oleh suatu instansi sering bertentangan dengan peraturan instansi lain.
  3. Konflik status antarindividu. Terjadi antara individu yang satu dengan individu yang lain. Contohnya seorang istri bertengkar dengan suaminya mengenai pengasuhan anak.

Pada umumnya orang juga menggunakan simbol-simbol tertentu untuk menunjukkan kedudukannya dalam masyarakat. Simbol tersebut dapat berupa gaya bicara, cara berpakaian, dan penggunaan gelar kebangsawanan maupun akademis.

  1. Peranan
    Peranan merupakan aspek yang dinamis dari suatu status atau kedudukan. Jika seseorang melaksanakan hak-hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukannya, ia telah menjalankan peranannya. Peranan adalah tingkah laku yang diharapkan dari orang yang memiliki kedudukan atau status. Konflik peranan timbul jika orang harus memilih peranan dari dua status atau lebih yang dimilikinya. Umumnya konflik timbul karena peranan-peranan itu saling bertentangan. Contohnya konflik peranan seseorang yang berstatus sebagai guru sekaligus ibu.

Struktur sosial mengacu pada pola hubungan sosial dalam masyarakat. Struktur sosial tersebut mengatur interaksi di antara anggota masyarakat, memberikan pedoman dalam norma- norma budaya untuk mencapai tujuan ditentukan oleh nilai-nilai budaya. Umumnya, struktur sosial menjaga stabilitas masyarakat. Namun, ketika struktur sosial dan nilai- nilai sosial menjadi tidak kompatibel, struktur harus merangkul perubahan sosial untuk memungkinkan masyarakat untuk bertahan dan melanjutkan pembangunan yang sehat. Sementara berbagai pendekatan sosiologis telah berusaha untuk menggambarkan pengembangan dan pemeliharaan struktur sosial, pemahaman hubungan antara struktur dan perubahan yang diperlukan untuk pengembangan masyarakat dunia yang damai.

Parameter Struktur Sosial

Terdapat dua macam parameter yang dapat digunaan untuk menganalisis struktur sosial, yaitu :

(1) Parameter Graduated/berjenjang, meliputi antara lain: kekuasaan, keturunan/kasta, tingkat pendidikan, kekayaan, usia, dst., dan

(2) paramater Nominal/tidak berjenjang, meliputi antara lain: sukubangsa, ras, golongan/kelompok, jenis kelamin, agama, dan seterusnya.

Konfigurasi atau pemilahan struktur sosial berdasarkan parameter-parameter  graduated disebut stratifikasi sosial (diferensiasi rank/tingkatan). Sedangkan, konfigurasi atau pemilahan struktur sosial berdasarkan parameter nominal disebut diferensiasi sosial (diferensiasi fungsi, dan custom/adat). Status, kedudukan, atau posisi individu atau kelompok dalam struktur sosial tidak bersifat statis atau tetap, melainkan dapat mengalami perubahan atau perpindahan. Perpindahan posisi dalam struktur sosial yang dialami oleh individu ataupun kelompok dalam struktur sosial disebut mobilitas sosial.

2.      Kepribadian

  • Pengertian

Banyak para ahli yang mendefinisikan kepribadian. Salah satu yang paling penting menurut Gordon W.Allport. Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik indvidu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran indvidu secara khas. Terjadinya Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia. Maksud dinamis pada pengertian tersebut adalah perilaku mungkin saja berubah-ubah melalui proses pembelajaran atau melalui pengalaman-pengalaman, reward, punishment, pendidikan dsb. Misalnya seorang pemalas setelah masuk AKPER menjadi rajin, maka kepribadiannya berubah. Perilaku SMA berubah menjadi perilaku mahasiswa AKPER

Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dari dalam. Corak perilaku dan kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang. Perkembangan kepribadian tersebut bersifat dinamis, artinya selama individu masih bertambah pengetahuannya dan mau belajar serta menambah pengalaman dan keterampilan, mereka akan semakin matang dan mantap kepribadiannya. Dalam bahasa latin asal kata personaliti dari persona (topeng), sedangkan dalam ilmu psikologi menurut, Gordon W.Allport : suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas. Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia.

Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri kita. Dapat dikatakan bahwa kepribadian itu bersumber dari bentukan-bentukan yang kita terima dari lingkungan, misalnya bentukan dari keluarga pada masa kecil kita dan juga bawaan-bawaan yang dibawa sejak lahir. Jadi yang disebut kepribadian itu sebetulnya adalah campuran dari hal-hal yang bersifat psikologis, kejiwaan dan juga yang bersifat fisik. (http://www.telaga.org/ringkasan.php?kepribadian.htm)

  • Faktor Penentu Kepribadian
  1. Faktor Keturunan

Keturunan merujuk pada faktor genetis seorang individu. Tinggi fisik, bentuk wajahgender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap, entah sepenuhnya atau secara substansial, dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut, yaitu komposisi biologispsikologis, dan psikologis bawaan dari individu.

Terdapat tiga dasar penelitian yang berbeda yang memberikan sejumlah kredibilitas terhadap argumen bahwa faktor keturunan memiliki peran penting dalam menentukan kepribadian seseorang. Dasar pertama berfokus pada penyokong genetis dari perilaku dan temperamen anak-anak. Dasar kedua berfokus pada anak-anak kembar yang dipisahkan sejak lahir. Dasar ketiga meneliti konsistensi kepuasan kerja dari waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi.

Penelitian terhadap anak-anak memberikan dukungan yang kuat terhadap pengaruh dari faktor keturunan. Bukti menunjukkan bahwa sifat-sifat seperti perasaan malu, rasa takut, dan agresif dapat dikaitkan dengan karakteristik genetis bawaan. Temuan ini mengemukakan bahwa beberapa sifat kepribadian mungkin dihasilkan dari kode genetis sama yang memperanguhi faktor-faktor seperti tinggi badan dan warna rambut.

Para peneliti telah mempelajari lebih dari 100 pasangan kembar identik yang dipisahkan sejak lahir dan dibesarkan secara terpisah. Ternyata peneliti menemukan kesamaan untuk hampir setiap ciri perilaku, ini menandakan bahwa bagian variasi yang signifikan di antara anak-anak kembar ternyata terkait dengan faktor genetis. Penelitian ini juga memberi kesan bahwa lingkungan pengasuhan tidak begitu memengaruhi perkembangan kepribadian atau dengan kata lain, kepribadian dari seorang kembar identik yang dibesarkan di keluarga yang berbeda ternyata lebih mirip dengan pasangan kembarnya dibandingkan kepribadian seorang kembar identik dengan saudara-saudara kandungnya yang dibesarkan bersama-sama.

2.      Faktor lingkungan

Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluargateman, dankelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang. Sebagai contoh, budaya membentuk normasikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain. Misalnya, orang-orang Amerika Utara memiliki semangat ketekunan, keberhasilan, kompetisi, kebebasan, dan etika kerja Protestan yang terus tertanam dalam diri mereka melalui bukusistem sekolah, keluarga, dan teman, sehingga orang-orang tersebut cenderung ambisius dan agresif bila dibandingkan dengan individu yang dibesarkan dalam budaya yang menekankan hidup bersama individu lain, kerja sama, serta memprioritaskan keluarga daripada pekerjaan dan karier.

  • Sifat Kepribadian Utama Yang Memengaruhi Perilaku Organisasi

Evaluasi Inti Diri

Evaluasi inti diri adalah tingkat di mana individu menyukai atau tidak menyukai diri mereka sendiri, apakah mereka menganggap diri mereka cakap dan efektif, dan apakah mereka merasa memegang kendali atau tidak berdaya atas lingkungan mereka. Evaluasi inti diri seorang individu ditentukan oleh dua elemen utama: harga diri dan lokus kendali. Harga diri didefinisikan sebagai tingkat menyukai diri sendiri dan tingkat sampai mana individu menganggap diri mereka berharga atau tidak berharga sebagai seorang manusia.

Machiavellianisme

Machiavellianisme adalah tingkat di mana seorang individu pragmatis, mempertahankan jarak emosional, dan yakin bahwa hasil lebih penting daripada proses. Karakteristik kepribadian Machiavellianisme berasal dari nama Niccolo Machiavelli, penulis pada abad keenam belas yang menulis tentang cara mendapatkan dan menggunakan kekuasaan.

Narsisisme

Narsisisme adalah kecenderungan menjadi arogan, mempunyai rasa kepentingan diri yang berlebihan, membutuhkan pengakuan berlebih, dan mengutamakan diri sendiri. Sebuah penelitian mengungkap bahwa ketika individu narsisis berpikir mereka adalah pemimpin yang lebih baik bila dibandingkan dengan rekan-rekan mereka, atasan mereka sebenarnya menilai mereka sebagai pemimpin yang lebih buruk. Individu narsisis seringkali ingin mendapatkan pengakuan dari individu lain dan penguatan atas keunggulan mereka sehingga individu narsisis cenderung memandang rendah dnegan berbicara kasar kepada individu yang mengancam mereka. Individu narsisis juga cenderung egois dan eksploitif, dan acap kali memanfaatkan sikap yang dimiliki individu lain untuk keuntungannya.

Pemantauan diri

Pemantauan diri adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor situasional eksternal. Individu dengan tingkat pemantauan diri yang tinggi menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam menyesuaikan perilaku dengan faktor-faktor situasional eksternal. Bukti menunjukkan bahwa individu dengan tingkat pemantauan diri yang tinggi cenderung lebih memerhatikan perilaku individu lain dan pandai menyesuaikan diri bila dibandingkan dengan individu yang memiliki tingkat pemantauan diri yang rendah.

Kepribadian tipe A

Kepribadian tipe A adalah keterlibatan secara agresif dalam perjuangan terus-menerus untuk mencapai lebih banyak dalam waktu yang lebih sedikit dan melawan upaya-upaya yang menentang dari orang atau hal lain. Dalam kultur Amerika Utara, karakteristik ini cenderung dihargai dan dikaitkan secara positif dengan ambisi dan perolehan barang-barang material yang berhasil. Karakteristik tipe A adalah:

  • selalu bergerak, berjalan, dan makan cepat;
  • merasa tidak sabaran;
  • berusaha keras untuk melakukan atau memikirkan dua hal pada saat yang bersamaan;
  • tidak dapat menikmati waktu luang;
  • terobsesi dengan angka-angka, mengukur keberhasilan dalam bentuk jumlah hal yang bisa mereka peroleh.

Kepribadian proaktif

Kepribadian proaktif adalah sikap yang cenderung oportunis, berinisiatif, berani bertindak, dan tekun hingga berhasil mencapai perubahan yang berarti. Pribadi proaktif menciptakan perubahan positif daalam lingkungan tanpa memedulikan batasan atau halangan.

  • Keterkaitan antara struktur sosial dan pengembangan kepribadian

Struktur sosial dan pengembangan kepribadian mempunyai hubungan yang sangat bersinergi. Keduannya mempengaruhi satu sama lain. Ketika salah satu tidak berjalan sebagaimana mestinya maka akan mengganggu kestabilan yang lain. Hal ini dapat dicontohkan dalam ineraksi di masyarakat, ketika seseorang tidak berada pada komunitas ataustruktur sosial maka kepribadian orang tersebut akan tidak baik pula. Contohnya saja jika seseorang berada pada kelompok tukang judi maka dirinya akan menjadi tukang judi. Hal ini terkait dengan salah satu faktor pembentuk kepribadian yaitu lingkungan. Sebaliknya jika seseorang berada pada kelompok atau struktur sosial yang baik maka kepribadiannyapun akan menjadi baik. Contohnya saja orang-orang dalam perkumpulan keagamaan mayoritas mempunyai kepribadian yang baik, karena lingkungannya membiasakan dirinya untuk berbuat baik.

Sementara itu, dengan kepribadian yang baik maka akan terbentuk struktur sosial atau kelompok-kelompok sosial yang baik pula. Dengan adanya kepribadian yang baik, seseorang dapat menjalankan peranannya di dalam kelompok sosial tersebut dengn baik sehingga akan tercipta kelompok-kelompok sosial yang positif dan bermanfaat. Contohnya saja, ketika di dalam suatu organisasi, misalnya OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) jabatan-jabatan di dalamnya dipegang oleh siswa-siswa yang mempunyai kepribadian baik (bertanggungjawab, berjiwa pemimpin, jujur dan lain sebagainya) maka kinerja dan tujuan dari organisasi tersebut akan terwujud dengan baik dan hal tersebut ikut memajukan pula kualitas sekolah. Sebaliknya bila seseorang mempunyai kepribadian yang kurang baik/ buruk maka hal tersebut akan berimbas pada kelompok-kelompok sosial yang dia berada di dalamnya, karena peranan yang diberikan kepadanya tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Dengan demikian kelompok tersebut akan mengalami kemunduran atau ketidakmajuan.

C.      PENUTUP

Kesimpulan

  • Struktur sosial merupakan sebuah hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan antara peranan-peranan sosial.
  • Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dari dalam.
  • Struktur sosial dan kepribadian mempunyai hubungan saling bersinergi.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2178968-struktur-sosial/#ixzz1Xp6Pf8rc

diakses pada 18 September 2011 pukul 20.02 WIB

http://www.telaga.org/ringkasan.php?kepribadian.htm

diakses pada 18 September 2011 pukul 20.33 WIB

http://agsasman3yk.wordpress.com/2009/07/14/struktur-sosial/

diakses pada 19 September 2011 pukul 19.24 WIB

http://www.resep.web.id/artikel/8-macam-kepribadian.htm

diakses pada 19 September 2011 pukul 20.01 WIB

http://aldiary.blogdetik.com/struktur-sosial/

diakses pada 20 September 2011 pukul 19.44 WIB

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s